Langsung ke konten utama

Pemerintah Tarik Saldo Anggaran Lebih Rp300 Triliun dari Himbara ke BI: Strategi Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global

Pemerintah Tarik Saldo Anggaran Lebih Rp300 Triliun dari Himbara ke BI: Strategi Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global

Jakarta, 26 Juni 2026 – Pemerintah mengambil langkah strategis di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar keuangan global. Langkah tersebut adalah menarik dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 300 triliun dan kembali menempatkannya di Bank Indonesia (BI). (KONTAN, 2026)

Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, menilai langkah tersebut lebih tepat diartikan sebagai upaya penguatan koordinasi fiskal dan moneter. "Menurut saya, penarikan dana SAL dari Himbara dan penempatan ke Bank Indonesia jangan langsung dibaca sebagai tanda bahwa BI kehabisan cadangan devisa atau sudah tidak punya ruang intervensi. Ini lebih tepat dibaca sebagai penataan ulang kas pemerintah dan penguatan koordinasi fiskal-moneter di tengah tekanan rupiah," ujar Josua kepada Kontan, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan, posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang memadai. Per akhir Mei 2026, cadangan devisa tercatat sebesar US$ 144,9 miliar atau setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor. Angka tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor. 

Menurut Josua, dampak utama kebijakan tersebut lebih terasa pada pengelolaan likuiditas rupiah di pasar domestik. Penempatan dana pemerintah di BI dapat membantu bank sentral mengatur jumlah uang beredar, meredam spekulasi di pasar keuangan, sekaligus memperkuat keyakinan investor bahwa pemerintah dan BI bergerak dalam satu arah menjaga stabilitas ekonomi. 

Nilai dana SAL yang ditarik juga tidak kecil, mencapai sekitar Rp 300 triliun. Jika dikonversi menggunakan kurs sekitar Rp 18.000 per dolar AS, nilainya setara dengan sekitar US$ 16 miliar hingga US$ 17 miliar. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa angka tersebut tidak dapat disamakan dengan tambahan cadangan devisa karena seluruhnya berbentuk rupiah. 

Dampaknya lebih banyak melalui pengelolaan likuiditas rupiah, sinyal koordinasi pemerintah dan BI, serta pengurangan tekanan permintaan valuta asing yang bisa muncul dari likuiditas rupiah yang terlalu longgar. 

Josua menjelaskan, jumlah Rp 300 triliun tersebut setara hampir sepertiga posisi SRBI yang mencapai Rp 1.021 triliun per 15 Juni 2026. Nilainya juga cukup besar dibandingkan insentif likuiditas makroprudensial BI yang mencapai Rp 418,1 triliun pada awal Juni 2026. 

Secara historis, penempatan SAL di perbankan sejak 2025 memang ditujukan untuk memperkuat likuiditas dan mendukung penyaluran kredit. Pemerintah saat itu memindahkan dana SAL sebesar Rp 276 triliun ke bank umum dalam dua tahap, dengan tahap pertama senilai Rp200 triliun ditempatkan di bank-bank Himbara pada September 2025. (KONTAN, 2026)

Langkah ini menjadi sinyal penting bahwa pemerintah dan BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Dengan penguatan koordinasi fiskal-moneter, diharapkan rupiah dapat terjaga dan kepercayaan investor tetap tinggi.

Kesimpulan: Penarikan dana SAL Rp300 triliun dari Himbara ke BI adalah langkah strategis untuk memperkuat koordinasi fiskal-moneter dan menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global. Cadangan devisa Indonesia masih aman di US$144,9 miliar.

Baca:

      • IHSG Anjlok Ke 3,56%

📌 Sumber Berita:

Postingan populer dari blog ini

AI Encyclopedia: Ensiklopedia Lengkap Kecerdasan Buatan dari A sampai Z

AI Encyclopedia: Ensiklopedia Lengkap Kecerdasan Buatan dari A sampai Z "Kecerdasan buatan adalah cermin yang memantulkan pemahaman kita tentang kecerdasan itu sendiri. Semakin dalam kita mempelajarinya, semakin dalam kita memahami diri kita."   Featured Snippet Answer: AI Encyclopedia adalah kumpulan pengetahuan komprehensif tentang kecerdasan buatan yang mencakup konsep dasar (machine learning, deep learning, neural network), teknologi (GPU, HBM, CUDA), tokoh (Demis Hassabis, Jensen Huang, Geoffrey Hinton), perusahaan (OpenAI, Anthropic, Google DeepMind), aplikasi (chatbot, computer vision, AI agent), dan isu (etika, regulasi, AI safety). Ensiklopedia ini dirancang sebagai referensi lengkap dari A sampai Z. Ringkasan Singkat: AI Encyclopedia adalah ensiklopedia lengkap kecerdasan buatan yang mencakup konsep dasar, teknologi, tokoh, perusahaan, dan aplikasi AI. Dari sejarah AI hingga AGI, dari machine learning hingga generative AI, ensiklopedia ini menjadi referen...

AI Use Cases: 10 Contoh Penerapan AI di Dunia Nyata

AI Use Cases: 10 Contoh Penerapan AI di Dunia Nyata "AI has fundamentally re-shifted the economics of build vs. buy. As we now work to create durable value, it comes down to governance, agentic AI, digital twins and quantum AI as these forces all come together." — Bryan Harris, CTO SAS Featured Snippet Answer: AI Use Cases mencakup penerapan AI di berbagai industri. Dalam customer service, AI agent merangkum komunikasi dan memberikan konteks dari interaksi sebelumnya. Di supply chain, AI mengoptimalkan inventori dan perencanaan logistik. Di healthcare, AI membantu diagnosis dan analisis data medis. Di software development, AI mempercepat coding dan testing. Semua ini menunjukkan pergeseran dari eksperimen ke implementasi produksi yang memberikan nilai bisnis nyata. Ringkasan Singkat: AI telah beralih dari proof-of-concept ke implementasi nyata di berbagai industri. Dari customer service, software development, supply chain, healthcare, hingga manufaktur, AI agent da...

AI Factory: Pabrik Kecerdasan Buatan yang Mengubah Dunia

AI Factory: Pabrik Kecerdasan Buatan yang Mengubah Dunia "AI factories will be the largest infrastructure wave in human history. The raw material that goes in is data and electricity. What comes out of it is data tokens. The token is invisible and will be distributed all over the world. It's very valuable." — Jensen Huang, CEO NVIDIA Featured Snippet Answer: AI Factory adalah pusat data khusus yang dirancang untuk memproduksi kecerdasan buatan, bukan sekadar menyimpan data. Menurut CEO Nvidia Jensen Huang, AI factory adalah tempat bahan baku data dan listrik diubah menjadi token yang sangat berharga. Berbeda dari data center konvensional, AI Factory mengintegrasikan GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan, dan software dalam satu ekosistem yang dirancang untuk pelatihan dan inferensi AI skala besar. Ringkasan Singkat: AI Factory adalah pusat data khusus yang dirancang untuk memproduksi kecerdasan buatan. Berbeda dengan data center biasa yang menyimpan dat...