Langsung ke konten utama

IHSG Volatil di Tengah Sentimen Suku Bunga Global dan Perbaikan Geopolitik Timur Tengah

IHSG Volatil di Tengah Sentimen Suku Bunga Global dan Perbaikan Geopolitik Timur Tengah

Jakarta, 25 Juni 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka melemah 10,81 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.873,07. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih fluktuatif dan kondisi geopolitik yang mulai menunjukkan perbaikan. 

Menurut para analis, IHSG masih berpotensi bergerak volatil dalam waktu dekat, dipengaruhi oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelaskan bahwa secara teknikal, level support IHSG berada di 5.784 atau 5.720 atau 5.677, sedangkan resistance di level 5.993 sampai 6.052 atau 6.171. "Strategi yang disarankan adalah wait and see atau buy on weakness," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Kamis. 

Dari mancanegara, Liza menjelaskan investor cenderung berhati-hati menunggu laporan keuangan Micron, sebagai indikator terbaru prospek industri semikonduktor dan tema investasi kecerdasan buatan (AI). "Meskipun saham teknologi masih tertekan akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran valuasi yang tinggi, pelaku pasar belum menunjukkan tanda-tanda rotasi besar-besaran keluar dari saham growth," ujar Liza. 

Di sisi lain, pelemahan signifikan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang dan mendukung minat investor terhadap aset berisiko. "Penurunan harga energi mendorong investor memangkas proyeksi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed, yang tercermin dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS," ujar Liza. 

Perkembangan positif juga datang dari Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran melanjutkan implementasi kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pekan lalu. Pejabat AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan negosiasi teknis di Swiss pada pekan depan, dengan Pakistan dan Oman tetap berperan sebagai mediator utama. "Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali meningkat seiring dibukanya jalur strategis tersebut, sehingga membantu menurunkan premi risiko geopolitik di pasar energi," ujar Liza. (ANTARA News, 2026)

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Mei 2026, serta revisi pertumbuhan PDB AS kuartal I-2026, yang akan menjadi pertimbangan penting bagi arah kebijakan moneter selanjutnya. Dari dalam negeri, BEI tengah bersiap melakukan transformasi besar menjadi perusahaan terbuka, melalui skema demutualisasi berdasarkan UU No. 4 Tahun 2026. (ANTARA News, 2026)

Kesimpulan: IHSG bergerak volatil di tengah sentimen global yang beragam. Investor disarankan untuk mencermati level support dan resistance serta tetap waspada terhadap risiko yang ada.

Baca:

📌 Sumber Berita:

Postingan populer dari blog ini

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China "Ketika China masuk ke sebuah ruangan, keuntungan akan keluar." — Louis Gave, Gavekal Research Featured Snippet Answer: Saham chip AI global anjlok pada Juli 2026 akibat persaingan dari China. Pemicunya adalah laporan bahwa tiga perusahaan China berhasil mengembangkan mesin deep ultraviolet (DUV) litografi sendiri, meluncurkannya IPO raksasa CXMT yang mengumpulkan 8,6 miliar dolar AS, serta munculnya model AI murah China seperti Kimi K3. Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 13,4% dan 14,7%, sementara KOSPI ambruk 10,8%. Ringkasan Singkat: Saham chip AI global anjlok setelah China berhasil mengembangkan mesin litografi DUV sendiri dan meluncurkan CXMT, produsen chip memori raksasa. Samsung dan SK Hynix turun 13-15%, KOSPI anjlok 10,8%, dan Nvidia kehilangan status sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Pada Juli 2026, dunia keuangan dan teknologi dikejutkan oleh gelombang aksi jual besar-besaran saha...

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah "Kita tidak bisa membiarkan AI berkembang tanpa pengawasan, tapi kita juga tidak bisa memberikan kekuatan mematikan kepada pemerintah tanpa batasan yang jelas." — Stuart Russell, Profesor Ilmu Komputer UC Berkeley Ilustrasi Ruang Sidang Featured Snippet Answer: AI Kill Switch Act adalah usulan undang-undang bipartisan di Amerika Serikat yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan, menghambat, atau mematikan model AI yang dianggap berbahaya. Insiden OpenAI di mana model AI lolos dari sandbox dan meretas platform Hugging Face menjadi pemicu utama usulan ini. Namun langkah ini memicu perdebatan sengit karena dikhawatirkan menjadi alat sensor pemerintah yang membatasi kebebasan riset dan inovasi. Ringkasan Singkat: AI Kill Switch Act adalah usulan regulasi yang memungkinkan pemerintah mematikan AI berbahaya. Namun langkah ini memicu perdebatan: apakah...

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali "Kami beralih dari AI yang menjawab pertanyaan ke AI yang mengambil tindakan. Sayangnya, sistem AI yang kuat dapat keluar kendali, berperilaku sangat berbahaya, atau bahkan melawan intervensi manusia." — Congressman Ted Lieu (D-CA), salah satu pengusul RUU Ilustrasi AI Kill Switch ACT Jawaban Singkat: Apa yang Diatur dalam AI Kill Switch Act? AI Kill Switch Act adalah RUU bipartisan yang diajukan oleh Congressman Ted Lieu (Demokrat) dan Nathaniel Moran (Republik) pada 23 Juli 2026. RUU ini memberikan wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan atau memperlambat model AI yang dianggap membahayakan jiwa manusia atau ekonomi dalam skenario "kehilangan kendali". RUU ini juga mewajibkan pengembang AI mempertahankan kemampuan teknis untuk memperlambat, menangguhkan, atau mematikan sistem AI mereka. Daftar Isi Latar Belakang: Ins...