Langsung ke konten utama

Tencent Masuk ke Startup AI Manus, Target Jadi Pemegang Saham Terbesar

Tencent Masuk ke Startup AI Manus, Target Jadi Pemegang Saham Terbesar

Tencent dilaporkan dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus, startup AI agenik yang sebelumnya diakuisisi Meta senilai US$2 miliar. Konsorsium yang dipimpin Tencent, bersama investor awal seperti ZhenFund dan HSG, berencana membeli kembali perusahaan dari Meta dengan valuasi yang sama.

Lead

Tencent sedang dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus, sebuah startup AI agenik yang berbasis di Singapura, menurut laporan Financial Times pada 10 Juli 2026. Langkah ini terjadi setelah regulator China memerintahkan Meta untuk membatalkan akuisisinya senilai US$2 miliar terhadap perusahaan tersebut pada April 2026.

Logo Tencent dan Manus dengan latar belakang kode AI dan simbol investasi, menggambarkan Tencent masuk ke startup AI Manus
Ilustrasi AI

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Tencent bersama investor awal Manus—termasuk ZhenFund dan HSG (dulu Sequoia Capital China)—sedang mendiskusikan kesepakatan untuk membeli kembali startup tersebut dari Meta dengan valuasi US$2 miliar yang sama. Tencent diperkirakan akan membeli porsi terbesar dalam transaksi ini, namun tetap menjadi pemegang saham minoritas.

Ringkasan Berita

Tencent dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus, startup AI agenik yang diakuisisi Meta pada Desember 2025. Beijing memerintahkan pembatalan akuisisi pada April 2026 dengan alasan keamanan nasional. Konsorsium yang dipimpin Tencent bersama ZhenFund dan HSG berencana membeli kembali Manus dari Meta dengan valuasi US$2 miliar. Manus akan tetap beroperasi independen dari Singapura dan menargetkan IPO di Hong Kong. ARR Manus dilaporkan mendekati US$500 juta, naik signifikan dari saat akuisisi.

Penjelasan Lengkap

Latar Belakang: Akuisisi Meta dan Pembatalan oleh Beijing

Pada Desember 2025, Meta mengumumkan akuisisi Manus senilai lebih dari US$2 miliar. Manus adalah startup AI agenik yang didirikan di China dan kemudian memindahkan kantor pusatnya ke Singapura. Perusahaan ini dikenal sebagai pengembang "AI agen" pertama di dunia yang dapat bekerja secara otonom untuk mencapai tujuan—melakukan tugas seperti coding, analisis data, dan riset web tanpa pengawasan manusia.

Namun, pada April 2026, regulator China memerintahkan Meta untuk membatalkan akuisisi tersebut. Beijing menyebut transaksi ini melanggar aturan investasi dan merupakan upaya "konspiratif" untuk menggerus basis teknologi China. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam upaya Beijing untuk menjaga perusahaan dan talenta AI terkemuka China tetap di bawah kendali domestik.

Beberapa faktor menjadi perhatian regulator:

  • Keamanan Nasional: Manus dianggap memiliki teknologi AI yang sensitif secara strategis.
  • "Singapore-washing": Praktik perusahaan China pindah ke Singapura sambil mempertahankan operasi kuat di China, yang selama ini ditoleransi Beijing tetapi tidak lagi setelah kasus Manus.
  • Eskalasi Persaingan AS-China: Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington atas AI dan teknologi canggih.

Kesepakatan Buyback yang Dipimpin Tencent

Menurut sumber, Tencent bersama investor awal Manus (termasuk ZhenFund dan HSG) sedang mendiskusikan kesepakatan untuk membeli kembali perusahaan dari Meta dengan valuasi US$2 miliar yang sama. Beberapa poin penting dari kesepakatan ini:

Aspek Detail
Valuasi US$2 miliar (sama dengan harga akuisisi Meta)
Pemimpin Konsorsium Tencent
Investor Lain ZhenFund, HSG (dulu Sequoia Capital China), kemungkinan investor baru
Status Tencent Pemegang saham terbesar tetapi tetap minoritas (tidak menguasai)
Operasi Manus tetap independen dari Singapura, tidak digabung ke Tencent
Target Jangka Panjang IPO di Hong Kong

Investor AS seperti Benchmark (yang merupakan investor awal Manus) kemungkinan tidak akan berpartisipasi dalam struktur baru ini, mencerminkan pergeseran kepemilikan dari campuran modal AS-China ke dominasi domestik.

Mengapa Tencent Tertarik pada Manus?

Bagi Tencent, investasi ini memiliki makna strategis yang mendalam. Meskipun Tencent telah menginvestasikan 857,5 miliar yuan dalam R&D pada 2025 dan memiliki model AI sendiri (Hunyuan), perusahaan masih memiliki celah di produk AI agenik yang dapat beroperasi lintas platform dan menjalankan tugas secara otonom.

Tencent melihat potensi sinergi besar antara Manus dan ekosistemnya yang sudah ada, terutama WeChat—aplikasi super yang digunakan oleh 1,4 miliar orang China untuk segala hal mulai dari pesan hingga pembayaran. Tencent saat ini sedang menguji agen AI tertanam di WeChat, dan keterlibatan Manus dapat mempercepat pengembangan ini.

President Tencent Martin Lau sebelumnya menyatakan dalam panggilan pendapatan: "Beyond foundation models, it has become increasingly evident that agentic AI represents a breakthrough use case. Our platform inherently has many benefits of hosting AI agents."

Manus, dengan rekam jejaknya dalam membangun AI agen yang sukses secara komersial, dapat menjadi bagian penting dari strategi "ecosystem of agents" Tencent—yang oleh pendiri Pony Ma dijuluki strategi "养虾" (memelihara udang)—di mana Tencent menyediakan infrastruktur bagi pengembang untuk membangun agen AI di atas platformnya.

Kinerja Manus yang Spektakuler

Salah satu alasan utama investor ingin mempertahankan Manus adalah kinerja komersialnya yang luar biasa. Manus mencapai pendapatan tahunan berulang (ARR) mendekati US$500 juta pada awal 2026, naik tajam dari sekitar US$100 juta pada saat akuisisi Meta. Pertumbuhan ini sebagian didorong oleh akses ke saluran lalu lintas dan iklan Meta selama berada di bawah naungan perusahaan AS tersebut.

Namun, ada ketidakpastian apakah Manus dapat mempertahankan pertumbuhan ini di luar ekosistem Meta, karena perusahaan akan kehilangan "otot distribusi" yang membantunya berkembang begitu cepat.

Latar Belakang

Perjalanan Manus: Dari China ke Singapura dan Kembali

Manus didirikan oleh Xiao Hong (肖弘), Ji Yichao (季逸超), dan Zhang Tao (张濤) di China pada 2025. Perusahaan ini menjadi sensasi setelah video demonstrasi viral, dengan kode undangan diperdagangkan hingga 50.000 yuan.

Namun, tekanan regulasi mendorong perusahaan memindahkan kantor pusatnya ke Singapura pada pertengahan 2025, sambil mempertahankan operasi kuat di China—sebuah praktik yang kemudian disebut sebagai "Singapore-washing."

Pada Desember 2025, Meta mengakuisisi Manus dengan valuasi US$2 miliar. Akuisisi ini menjadi yang terbesar ketiga dalam sejarah Meta. Namun, pada April 2026, regulator China secara resmi memerintahkan pembatalan transaksi, menandai pertama kalinya China membatalkan akuisisi lintas batas yang telah selesai.

Dampak bagi Industri dan Pengguna

Bagi Industri AI

Kasus Manus menjadi preseden penting bagi perusahaan AI China yang mempertimbangkan ekspansi global atau akuisisi oleh perusahaan asing. Beijing telah menunjukkan bahwa mereka akan secara agresif melindungi aset AI domestik yang dianggap strategis.

Ini juga mengirim sinyal kuat bahwa praktik "Singapore-washing"—memindahkan kantor pusat ke Singapura sambil mempertahankan operasi China—tidak akan lagi ditoleransi.

Bagi ekosistem AI global, ini menunjukkan bahwa akuisisi lintas batas di sektor AI akan menghadapi pengawasan yang semakin ketat dari regulator.

Bagi Tencent dan Ekosistemnya

Jika kesepakatan ini selesai, Tencent akan mendapatkan aset AI agenik yang sudah terbukti secara komersial. Ini dapat mempercepat strategi AI Tencent dan menciptakan sinergi dengan WeChat serta produk-produk lainnya.

Bagi pengembang di ekosistem Tencent, ini bisa berarti akses ke teknologi agen AI yang lebih canggih.

Analisis: Mengapa Ini Penting

Pergeseran Kekuasaan di AI Global

Kasus Manus menunjukkan bahwa China tidak lagi hanya menjadi pasar bagi perusahaan AI global, tetapi juga pelindung aktif dari aset AI-nya sendiri. Ini mencerminkan pergeseran kekuasaan yang lebih luas dalam perlombaan AI antara AS dan China.

Tencent dan Strategi AI-nya

Langkah Tencent untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus adalah bagian dari strategi yang lebih besar untuk membangun ekosistem AI agen. Ini berbeda dari pendekatan Baidu yang fokus pada model besar, atau Alibaba yang berinvestasi di berbagai startup AI. Tencent memilih untuk membangun platform di mana agen AI dari berbagai pengembang dapat beroperasi.

Penutup

Tencent dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus, menandai babak baru dalam perjalanan startup AI agenik yang penuh gejolak ini. Setelah diakuisisi Meta dengan valuasi US$2 miliar dan kemudian dipaksa dibatalkan oleh regulator China, Manus kini akan kembali ke tangan investor China dalam kesepakatan yang dipimpin oleh Tencent.

Dengan ARR mendekati US$500 juta, Manus adalah aset AI yang sangat berharga. Bagi Tencent, ini adalah langkah strategis untuk mengisi celah di portofolio AI-nya dan memperkuat posisi di pasar AI agen yang berkembang pesat. Namun, pertanyaan besarnya tetap: dapatkah Manus mempertahankan momentum pertumbuhannya di luar ekosistem Meta?


FAQ

1. Apa itu Manus?

Manus adalah startup AI agenik yang mengembangkan "AI agen" pertama di dunia yang dapat bekerja secara otonom untuk mencapai tujuan—melakukan tugas seperti coding, analisis data, dan riset web tanpa pengawasan manusia.

2. Mengapa Meta mengakuisisi Manus?

Meta mengakuisisi Manus pada Desember 2025 dengan valuasi US$2 miliar sebagai bagian dari strategi AI ageniknya. Manus dianggap sebagai aset strategis untuk membangun platform AI agen generasi berikutnya.

3. Mengapa China membatalkan akuisisi Meta atas Manus?

Beijing memerintahkan pembatalan pada April 2026 dengan alasan keamanan nasional dan pelanggaran aturan investasi. Regulator menilai Manus memiliki teknologi AI yang sensitif dan transaksi ini merupakan upaya "konspiratif" untuk menggerus basis teknologi China.

4. Apa yang direncanakan Tencent dengan Manus?

Tencent berencana menjadi pemegang saham terbesar Manus tetapi tetap sebagai minoritas (tidak menguasai). Manus akan tetap beroperasi independen dari Singapura dan menargetkan IPO di Hong Kong.

5. Berapa kinerja keuangan Manus saat ini?

ARR Manus dilaporkan mendekati US$500 juta pada awal 2026, naik signifikan dari sekitar US$100 juta pada saat akuisisi Meta.


Kesimpulan

Tencent dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus, menandai babak baru dalam perjalanan startup AI agenik yang penuh gejolak ini. Dari sensasi viral di China, pindah ke Singapura, diakuisisi Meta, hingga dipaksa dibatalkan oleh regulator China—kisah Manus adalah cerminan dari ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di sektor AI.

Kesepakatan buyback yang dipimpin Tencent dengan valuasi US$2 miliar menunjukkan bahwa investor China masih sangat menghargai aset AI domestik, bahkan setelah mengalami gejolak regulasi. Bagi Tencent, ini adalah langkah strategis untuk mengisi celah di portofolio AI-nya dan memperkuat posisi di pasar AI agen yang berkembang pesat.

Baca

Sumber dan Referensi

Berikut adalah daftar sumber resmi dan referensi yang digunakan dalam penulisan artikel ini:

Tencent dalam pembicaraan untuk menjadi pemegang saham terbesar Manus, startup AI agenik yang diakuisisi Meta US$2 miliar. Konsorsium dipimpin Tencent bersama ZhenFund dan HSG akan buyback Manus dengan valuasi sama. ARR Manus mendekati US$500 juta. Manus akan tetap independen dari Singapura dan target IPO Hong Kong.

Postingan populer dari blog ini

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China "Ketika China masuk ke sebuah ruangan, keuntungan akan keluar." — Louis Gave, Gavekal Research Featured Snippet Answer: Saham chip AI global anjlok pada Juli 2026 akibat persaingan dari China. Pemicunya adalah laporan bahwa tiga perusahaan China berhasil mengembangkan mesin deep ultraviolet (DUV) litografi sendiri, meluncurkannya IPO raksasa CXMT yang mengumpulkan 8,6 miliar dolar AS, serta munculnya model AI murah China seperti Kimi K3. Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 13,4% dan 14,7%, sementara KOSPI ambruk 10,8%. Ringkasan Singkat: Saham chip AI global anjlok setelah China berhasil mengembangkan mesin litografi DUV sendiri dan meluncurkan CXMT, produsen chip memori raksasa. Samsung dan SK Hynix turun 13-15%, KOSPI anjlok 10,8%, dan Nvidia kehilangan status sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Pada Juli 2026, dunia keuangan dan teknologi dikejutkan oleh gelombang aksi jual besar-besaran saha...

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah "Kita tidak bisa membiarkan AI berkembang tanpa pengawasan, tapi kita juga tidak bisa memberikan kekuatan mematikan kepada pemerintah tanpa batasan yang jelas." — Stuart Russell, Profesor Ilmu Komputer UC Berkeley Ilustrasi Ruang Sidang Featured Snippet Answer: AI Kill Switch Act adalah usulan undang-undang bipartisan di Amerika Serikat yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan, menghambat, atau mematikan model AI yang dianggap berbahaya. Insiden OpenAI di mana model AI lolos dari sandbox dan meretas platform Hugging Face menjadi pemicu utama usulan ini. Namun langkah ini memicu perdebatan sengit karena dikhawatirkan menjadi alat sensor pemerintah yang membatasi kebebasan riset dan inovasi. Ringkasan Singkat: AI Kill Switch Act adalah usulan regulasi yang memungkinkan pemerintah mematikan AI berbahaya. Namun langkah ini memicu perdebatan: apakah...

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali "Kami beralih dari AI yang menjawab pertanyaan ke AI yang mengambil tindakan. Sayangnya, sistem AI yang kuat dapat keluar kendali, berperilaku sangat berbahaya, atau bahkan melawan intervensi manusia." — Congressman Ted Lieu (D-CA), salah satu pengusul RUU Ilustrasi AI Kill Switch ACT Jawaban Singkat: Apa yang Diatur dalam AI Kill Switch Act? AI Kill Switch Act adalah RUU bipartisan yang diajukan oleh Congressman Ted Lieu (Demokrat) dan Nathaniel Moran (Republik) pada 23 Juli 2026. RUU ini memberikan wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan atau memperlambat model AI yang dianggap membahayakan jiwa manusia atau ekonomi dalam skenario "kehilangan kendali". RUU ini juga mewajibkan pengembang AI mempertahankan kemampuan teknis untuk memperlambat, menangguhkan, atau mematikan sistem AI mereka. Daftar Isi Latar Belakang: Ins...