Ringkasan
Startup AI yang Baru Mendapat Pendanaan Besar Minggu Ini
Pekan ini menjadi salah satu pekan paling sibuk bagi pendanaan startup AI global. Dari DeepSeek yang mengungkap valuasi hampir Rp929 triliun, dua unicorn AI baru lahir di India, hingga startup AI pendatang baru yang meraih valuasi fantastis. Ledakan pendanaan AI menunjukkan bahwa investor masih sangat bersemangat terhadap kecerdasan buatan—meskipun valuasi beberapa perusahaan mencapai angka yang sulit dipercaya.
![]() |
| Ilustrasi Startup AI |
Pendahuluan
Pekan ketiga Juli 2026 mencatatkan lonjakan pendanaan startup AI yang luar biasa di berbagai belahan dunia. Dari China, India, hingga Amerika Serikat, investor terus menggelontorkan dana besar untuk perusahaan AI yang menjanjikan.
Di China, DeepSeek secara tidak sengaja mengungkap valuasi hampir Rp929 triliun melalui transaksi investasi tidak langsung. Di India, dua startup AI—Sarvam AI dan Emergent—menjadi unicorn dalam waktu satu bulan. Sementara di AS, Thinking Machines Lab milik mantan CTO OpenAI Mira Murati sedang dalam pembicaraan untuk pendanaan dengan valuasi US$50 miliar.
Artikel ini merangkum startup-startup AI yang menerima pendanaan besar pada pekan ini, lengkap dengan detail valuasi dan investor yang terlibat.
DeepSeek: Valuasi Rp929 Triliun Terungkap
DeepSeek, startup AI asal China yang mengguncang dunia dengan model murah V3 dan R1 pada awal 2025, secara tidak sengaja mengungkap valuasinya. Produsen koper Anhui Korrun mengungkapkan dalam laporan bursa bahwa dana yang diinvestasikannya telah mengakuisisi 0,8265% saham tidak langsung di DeepSeek. Nilai transaksi tersebut menyiratkan valuasi DeepSeek mencapai sekitar 350,88 miliar yuan atau sekitar Rp929 triliun.
Pengungkapan ini menjadi salah satu bukti publik yang jarang terjadi terkait harga dan daftar investor dalam putaran pendanaan eksternal pertama DeepSeek. Startup AI yang berbasis di Hangzhou tersebut sebelumnya tidak pernah mengumumkan pendanaan itu. Sebagai perusahaan swasta, DeepSeek tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pengungkapan informasi secara rutin.
Selama ini, DeepSeek menolak pendanaan dari pihak eksternal dan mengandalkan perusahaan hedge fund kuantitatif milik pendirinya, Liang Wenfeng, yakni High-Flyer. Namun, Reuters melaporkan pada Mei bahwa DeepSeek mengubah strategi tersebut untuk mendanai peningkatan kapasitas komputasi serta memperbaiki tunjangan bagi karyawan.
Reuters juga melaporkan pada Juni bahwa DeepSeek berencana menggalang dana sekitar 50 miliar yuan atau sekitar US$7,4 miliar dari sejumlah investor, termasuk Tencent dan CATL. Pendanaan itu berpotensi membuat valuasi DeepSeek berada di kisaran 350 miliar yuan hingga 400 miliar yuan setelah investasi.
Angka 350,88 miliar yuan tersebut merupakan valuasi ekuitas yang tersirat dari transaksi, bukan valuasi definitif dari keseluruhan putaran pendanaan DeepSeek. Reuters melaporkan bahwa DeepSeek tengah merencanakan putaran pendanaan berikutnya senilai hingga 50 miliar yuan. Putaran ini dapat membawa valuasi perusahaan ke sekitar 500 miliar yuan.
DeepSeek juga mulai mempersiapkan pencatatan saham di Shanghai STAR Market dan menargetkan pengajuan IPO pada tahun ini, menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut.
India: Dua Unicorn AI Lahir dalam Sebulan
Sarvam AI: Unicorn dengan Dukungan HCLTech
Sarvam AI, startup AI asal Bengaluru, menjadi unicorn setelah mengumpulkan US$234 juta dalam putaran Seri B pertama dengan valuasi pasca-investasi US$1,5 miliar. Putaran ini dipimpin oleh HCL Technologies yang menginvestasikan US$150,7 juta untuk kepemilikan sekitar 10,46% saham.
Pendiri Sarvam AI, Pratyush Kumar, mengatakan: "Kami jelas bahwa inovasi yang didorong riset untuk menciptakan AI yang bekerja di skala India adalah peluang yang sangat besar. Itu berarti model yang memahami suara kami, membaca dokumen kami, dan menyajikan kecerdasan dengan biaya yang dapat dijangkau oleh setiap perusahaan dan pemerintah."
Sarvam mengembangkan model bahasa besar (LLM) dan sistem AI multimodal. Perusahaan melaporkan pendapatan Rp45,10 miliar pada FY26, naik dari Rp1,5 miliar tahun sebelumnya. Platform percakapannya kini menangani lebih dari 2 juta interaksi per hari, dengan penggunaan berlipat ganda dalam dua bulan terakhir.
Sarvam memposisikan diri sebagai perusahaan AI berdaulat (sovereign AI)—topik yang menjadi perdebatan setelah pemerintah AS membatasi model Anthropic karena kekhawatiran keamanan.
Emergent: Startup Setahun dengan Valuasi US$1,5 Miliar
Emergent, startup AI yang baru berdiri satu tahun, menjadi unicorn AI kedua dalam sebulan setelah mengumpulkan US$300 juta dalam putaran Seri C dengan valuasi US$1,5 miliar. Putaran ini dipimpin oleh Creaegis, dengan partisipasi dari Claypond, Sentinel Global, Khosla Ventures, SoftBank Vision Fund 2, Lightspeed, dan Y Combinator.
Emergent menawarkan alat pemrograman AI yang mudah diakses. Perusahaan menyatakan bahwa sekitar 70% penggunanya tidak memiliki pengalaman pemrograman, dan sekitar 12 juta aplikasi telah dibuat di platformnya selama setahun terakhir, terutama oleh pemilik usaha kecil dan pengusaha perorangan.
Deepika Giri, Kepala Riset AI, Analytics, dan Data IDC Asia Pasifik, mengatakan bahwa hampir setengah dari perusahaan India telah menguji solusi AI agen. Kecepatan pengujian dan penerapan otomatisasi seperti ini tidak umum untuk pasar sebesar India.
Startup AI Lainnya di India
Selain Sarvam dan Emergent, pekan ini juga mencatat pendanaan untuk startup AI India lainnya:
- Deccan AI (post-training data dan evaluasi model AI) sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan US$5-7 juta dari Claypond Capital, kurang dari tiga bulan setelah putaran Seri B US$25 juta.
- AI se (platform coaching AI percakapan) sedang berdiskusi untuk mengumpulkan US$2 juta dari Arkam Ventures.
- Rio AI (solusi AI untuk e-commerce dan ritel fisik) sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan US$5 juta dengan partisipasi dari pendiri Flipkart Binny Bansal.
- logcat.ai mengumpulkan US$2,5 juta dalam pendanaan pra-serbuan.
- Othor AI mengumpulkan US$70.000 dari sejumlah investor termasuk karyawan NVIDIA.
Secara total, startup India mengumpulkan US$281,4 juta dalam 24 kesepakatan antara 11-17 Juli 2026—lebih dari 3 kali lipat dari minggu sebelumnya. Startup AI menyumbang hampir 60% dari total pendanaan minggu ini.
Thinking Machines Lab: Valuasi US$50 Miliar di Bawah Satu Tahun
Thinking Machines Lab, startup AI yang didirikan oleh mantan CTO OpenAI Mira Murati pada Februari 2026, dilaporkan sedang dalam pembicaraan awal untuk mengumpulkan putaran pendanaan baru dengan valuasi sekitar US$50 miliar.
Ini adalah lompatan valuasi yang mencengangkan. Pada Juli 2026, Thinking Machines menutup putaran awal—salah satu yang terbesar dalam sejarah—sebesar US$2 miliar dengan valuasi US$12 miliar. Kini, hanya dalam waktu kurang dari satu tahun sejak diluncurkan, valuasi perusahaan bisa melonjak lebih dari 4 kali lipat.
Beberapa sumber menyebut target valuasi bisa mencapai US$55-60 miliar. Meskipun detailnya masih dalam negosiasi dan bisa berubah, ini menunjukkan betapa tingginya minat investor terhadap startup AI yang dipimpin oleh eksekutif OpenAI.
Thinking Machines membangun model AI dan alat yang dirancang untuk mendukung kolaborasi manusia-AI di berbagai industri. Mira Murati telah merekrut banyak talenta dari OpenAI, termasuk co-founder OpenAI John Schulman dan mantan wakil presiden riset Barret Zoph.
Produk pertama perusahaan, Tinker, dirilis beberapa bulan setelah pendanaan awal. Tinker adalah platform yang membantu pengguna menyesuaikan atau menyempurnakan model bahasa besar. Platform ini telah digunakan oleh peneliti dari Princeton dan Stanford, dan perusahaan telah mulai mendapatkan pelanggan enterprise berbayar.
Murati adalah salah satu dari beberapa mantan pemimpin OpenAI yang menarik minat besar dari investor. Ilya Sutskever, mantan kepala ilmuwan OpenAI, mendirikan Safe Superintelligence yang baru-baru ini bernilai US$32 miliar. Mantan eksekutif OpenAI lainnya, Liam Fedus, kini memimpin Periodic Labs yang bernilai sekitar US$1,3 miliar.
Fireworks AI: US$1,5 Miliar untuk Infrastruktur AI
Fireworks AI, startup infrastruktur AI yang menyediakan layanan cloud untuk model AI open-source, mengumumkan penutupan pendanaan US$1,5 miliar dengan valuasi US$17,5 miliar.
Putaran ini dipimpin oleh Atreides Management, Index Ventures, dan TCV, dengan partisipasi dari NVIDIA, Evantic, dan Lightspeed Venture Partners. Fireworks menawarkan alat berbasis cloud untuk model AI open-source, memproses sekitar 40 triliun token AI per hari untuk pelanggan seperti Elastic, GitLab, dan MongoDB.
Sebelumnya, lebih dari separuh pendapatan Fireworks berasal dari alat pemrograman AI Cursor, tetapi struktur pelanggan kini menjadi lebih beragam.
Valar Atomics: US$10 Miliar untuk Energi Nuklir AI
Valar Atomics, startup reaktor nuklir yang bermitra dengan NVIDIA, dilaporkan sedang membahas putaran pendanaan baru dengan valuasi target sekitar US$60 miliar, dengan jumlah pendanaan sekitar US$10 miliar.
Sequoia Capital diperkirakan akan memimpin putaran ini. Laporan menyebutkan dana tersebut tidak dikumpulkan sekaligus dengan valuasi yang sama—sebagian telah dikumpulkan dengan valuasi lebih rendah.
Sebelumnya, Valar telah mengumpulkan US$450 juta (US$340 juta ekuitas dan US$110 juta utang) dengan valuasi US$20 miliar. Awal bulan ini, Valar menunjukkan bahwa reaktornya telah mampu menyediakan sejumlah kecil listrik untuk chip AI NVIDIA, dan mengumumkan kemitraan dengan NVIDIA untuk mengeksplorasi pemanfaatan energi nuklir guna memasok daya ke pusat data AI masa depan.
Bunkerhill Health: US$55 Juta untuk AI Kesehatan
Bunkerhill Health, startup AI kesehatan yang didirikan oleh pengusaha asal India Nishith Khandwala, mengumpulkan US$25 juta dalam putaran Seri B, membawa total pendanaan perusahaan menjadi US$55 juta.
Putaran ini dipimpin oleh Khosla Ventures, dengan partisipasi dari Sequoia Capital, Felicis Ventures, Optum Ventures, dan Y Combinator.
Perjalanan Bunkerhill dimulai pada 2019 setelah pengalaman pribadi Khandwala—sebuah pemindaian medis gagal mendeteksi risiko serangan jantung ayahnya. Perusahaan kini membantu rumah sakit menggunakan AI untuk meningkatkan perawatan pasien, mengurangi pekerjaan administratif, dan mempersingkat waktu tunggu.
Platform Bunkerhill, yang disebut Carebricks, memungkinkan rumah sakit membangun dan menjalankan agen AI di berbagai pekerjaan klinis, operasional, dan administratif. Alat-alat AI ini membantu mengurangi waktu tunggu spesialis, mengingatkan pasien tentang janji temu yang terlewat, mengidentifikasi kasus medis darurat lebih cepat, dan membersihkan pekerjaan administratif yang sering memperlambat rumah sakit.
Vinod Khosla, yang memimpin putaran terbaru dan merupakan investor awal di OpenAI, mengatakan bahwa rumah sakit menjadi jauh lebih bersedia mengadopsi perangkat lunak baru sekarang karena AI menunjukkan nilai nyata di bidang kesehatan.
Higgsfield AI: Lompatan Valuasi 4x dalam 6 Bulan
Higgsfield, startup AI video yang berbasis di San Francisco, sedang mengumpulkan US$400 juta dengan valuasi US$5,4 miliar, menurut sumber yang dikutip Moneycontrol.
Pendanaan ini terjadi hanya enam bulan setelah putaran US$80 juta pada Januari 2026 yang menempatkan perusahaan pada valuasi US$1,3 miliar. Lompatan valuasi lebih dari 4 kali lipat dalam waktu singkat didorong oleh peningkatan pendapatan yang stabil.
Higgsfield mencapai pendapatan tahunan berulang (ARR) US$500 juta hanya dalam 15 bulan, didorong oleh permintaan enterprise yang meningkat untuk alat pembuatan dan pengeditan video bertenaga AI. Accel India diperkirakan akan berpartisipasi dalam putaran ini, dengan partner Shekhar Kirani memimpin investasi.
Tabel Ringkasan Pendanaan AI Pekan Ini
| Startup | Lokasi | Pendanaan | Valuasi | Sektor |
|---|---|---|---|---|
| DeepSeek | China | ~US$7,4 miliar (direncanakan) | ~US$47 miliar | AI Model |
| Sarvam AI | India | US$234 juta | US$1,5 miliar | AI Model |
| Emergent | India | US$300 juta | US$1,5 miliar | AI Tools |
| Thinking Machines Lab | AS | ~US$2 miliar (sebelumnya) | US$50 miliar (target) | AI Model |
| Fireworks AI | AS | US$1,5 miliar | US$17,5 miliar | AI Infrastructure |
| Valar Atomics | AS | US$10 miliar (target) | US$60 miliar (target) | Nuclear AI |
| Bunkerhill Health | AS | US$25 juta | N/A | Healthcare AI |
| Higgsfield | AS | US$400 juta (target) | US$5,4 miliar | AI Video |
| Deccan AI | India | US$5-7 juta (target) | N/A | AI Data |
| Rio AI | India | US$5 juta (target) | N/A | AI Retail |
Dampak bagi Industri AI Global
Perlombaan AI Semakin Panas
Pekan ini menunjukkan bahwa perlombaan AI tidak hanya berlangsung di AS dan China, tetapi juga India yang kini melahirkan unicorn AI dengan cepat. India sekarang memiliki 131 unicorn total, dan kelompok yang berfokus pada AI tumbuh lebih cepat dari kategori lainnya.
Valuasi yang Sulit Dipercaya
Valuasi Thinking Machines Lab yang mencapai US$50 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun menunjukkan betapa tingginya "AI premium" yang dibayar investor untuk pendiri dengan latar belakang OpenAI. Ini juga mencerminkan keyakinan bahwa AI akan menjadi teknologi dominan di dekade mendatang.
Pergeseran dari Model ke Infrastruktur dan Aplikasi
Meskipun model AI masih menarik pendanaan besar, investor juga mulai melirik infrastruktur AI (Fireworks AI) dan aplikasi spesifik (Bunkerhill Health, Higgsfield). Menurut IDC, peluang yang lebih realistis di India saat ini tetap berada di lapisan aplikasi, bukan pada model dasar atau chip.
Tantangan dan Risiko
Meskipun ada euforia pendanaan, beberapa analis memperingatkan tentang risiko gelembung. Seperti yang dicatat oleh Counterpoint Research, ekosistem AI India masih memerlukan setidaknya tiga hingga empat tahun untuk mengembangkan efek penguatan mandiri yang lebih kuat. Kemampuan untuk mengakses model dasar dan sumber daya komputasi secara konsisten akan terus mempengaruhi kecepatan ekspansi di masa depan.
Penutup
Pekan ini menjadi salah satu pekan paling bersejarah bagi pendanaan startup AI. Dari valuasi DeepSeek yang terungkap secara tidak sengaja, dua unicorn AI baru di India, hingga Thinking Machines Lab yang mengejar valuasi US$50 miliar—semuanya menunjukkan bahwa investor masih sangat bersemangat terhadap AI.
Namun, dengan valuasi yang semakin tinggi dan jumlah startup yang semakin banyak, pertanyaannya adalah: berapa lama lagi euforia ini akan bertahan? Seperti yang terjadi pada setiap siklus teknologi sebelumnya, pada akhirnya akan ada koreksi. Pertanyaannya adalah kapan—dan seberapa besar.
FAQ
1. Startup AI mana yang mendapat pendanaan terbesar minggu ini?
Valar Atomics menargetkan pendanaan US$10 miliar dengan valuasi US$60 miliar, menjadi yang terbesar minggu ini. Fireworks AI juga mengumpulkan US$1,5 miliar dengan valuasi US$17,5 miliar.
2. Berapa valuasi DeepSeek?
DeepSeek terungkap bernilai sekitar 350,88 miliar yuan atau sekitar US$47 miliar (Rp929 triliun) melalui transaksi investasi tidak langsung yang diungkap oleh produsen koper Anhui Korrun.
3. Startup AI India mana yang menjadi unicorn minggu ini?
Dua startup AI India menjadi unicorn: Sarvam AI (US$234 juta, valuasi US$1,5 miliar) dan Emergent (US$300 juta, valuasi US$1,5 miliar).
4. Berapa target valuasi Thinking Machines Lab?
Thinking Machines Lab, startup Mira Murati (mantan CTO OpenAI), sedang dalam pembicaraan untuk pendanaan dengan target valuasi sekitar US$50 miliar—lompatan dari US$12 miliar hanya beberapa bulan sebelumnya.
5. Apa itu Fireworks AI?
Fireworks AI adalah startup infrastruktur AI yang menyediakan layanan cloud untuk model AI open-source. Perusahaan memproses sekitar 40 triliun token AI per hari untuk pelanggan seperti Elastic, GitLab, dan MongoDB.
6. Siapa investor di balik pendanaan AI besar minggu ini?
Investor utama termasuk Sequoia Capital, Khosla Ventures, SoftBank Vision Fund 2, Lightspeed, NVIDIA, HCL Technologies, dan Atreides Management. Sequoia diperkirakan akan memimpin putaran Valar Atomics.
Kesimpulan
Pekan ini menjadi salah satu pekan paling bersejarah bagi pendanaan startup AI. Dari valuasi DeepSeek yang terungkap secara tidak sengaja, dua unicorn AI baru di India, hingga Thinking Machines Lab yang mengejar valuasi US$50 miliar—semuanya menunjukkan bahwa investor masih sangat bersemangat terhadap AI.
Namun, dengan valuasi yang semakin tinggi dan jumlah startup yang semakin banyak, pertanyaannya adalah: berapa lama lagi euforia ini akan bertahan? Seperti yang terjadi pada setiap siklus teknologi sebelumnya, pada akhirnya akan ada koreksi. Pertanyaannya adalah kapan—dan seberapa besar.
Baca
Sumber dan Referensi
Berikut adalah daftar sumber resmi dan referensi yang digunakan dalam penulisan artikel ini:
- Yahoo Finance – DeepSeek Valued at $47 Billion
- Moneycontrol – Sarvam AI raises $234 million, becomes unicorn
- Moneycontrol – Emergent's unicorn status signals India's AI investing maturing
- Moneycontrol – Thinking Machines Lab targets $50 billion valuation
- TechCrunch – Fireworks AI raises $1.5B at $17.5B valuation
- TechCrunch – Valar Atomics targets $60B valuation
- TechCrunch – Bunkerhill Health raises $55M for healthcare AI
- Moneycontrol – Higgsfield AI raises $400M at $5.4B valuation
- DealStreetAsia – DeepSeek valuation revealed
