Langsung ke konten utama

CISA Gunakan AI Anthropic untuk Audit Kode Pemerintah AS

CISA Gunakan AI Anthropic untuk Audit Kode Pemerintah AS

Badan keamanan siber AS, Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), menggunakan model AI Mythos dari Anthropic untuk mengaudit kode perangkat lunak pemerintah, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah ini. Tim telah menemukan banyak kerentanan melalui pemindaian ini.

Lead

Badan pertahanan siber AS CISA menggunakan model AI Mythos dari Anthropic untuk mengaudit perangkat lunak pemerintah, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah ini pada hari Senin. Ini menjadi tanda lain dari antusiasme pemerintah dalam mengadopsi alat AI startup tersebut, bahkan saat perusahaan masih dalam ketegangan dengan Gedung Putih.

Ilustrasi AI

CISA menggunakan Mythos untuk memindai repositori kode pemerintah guna mencari bug yang dapat membuka celah bagi mata-mata asing dan penjahat siber. Pemindaian ini dilakukan oleh tim Attack Surface Evaluation CISA, sebuah kelompok dalam badan yang melakukan penilaian keamanan digital dan latihan peretasan di seluruh pemerintah.

Ringkasan Berita

CISA menggunakan AI Mythos dari Anthropic untuk mengaudit kode pemerintah AS dan telah menemukan banyak kerentanan. Penggunaan ini terjadi meskipun hubungan Anthropic dengan Gedung Putih sempat tegang—termasuk blacklist dari Pentagon yang kemudian dibatalkan pengadilan. NSA juga telah menggunakan Mythos sejak April, dan ketika versi publik Fable dirilis, White House sempat menuntut pembatasan akses bagi pengguna asing.

Penjelasan Lengkap

Pemanfaatan Mythos oleh CISA

Menurut sumber Reuters, CISA menggunakan Mythos untuk memindai repositori kode pemerintah secara besar-besaran. Tim Attack Surface Evaluation CISA, yang bertugas melakukan penilaian keamanan digital dan latihan peretasan, memimpin inisiatif ini.

Dua sumber mengatakan audit ini telah mengungkap sejumlah besar kerentanan, namun tidak merinci jumlah atau tingkat keparahan bug yang ditemukan. Reuters juga belum dapat memastikan seberapa banyak kode pemerintah yang telah dipindai oleh tim tersebut.

Anthropic tidak menanggapi pertanyaan tentang inisiatif ini. Sementara itu, perwakilan CISA bulan lalu mengatakan akan memeriksa apakah ada yang bisa dibagikan tentang masalah ini, namun tidak menanggapi email lebih lanjut.

Hubungan Anthropic yang Bergejolak dengan Pemerintah AS

Anthropic, yang telah mengajukan IPO secara rahasia di AS, memiliki hubungan yang bergejolak dengan pemerintah AS. Hubungan mencapai titik terendah pada Februari setelah perusahaan yang berbasis di San Francisco itu menolak menghapus perlindungan keamanan yang mencegah AI-nya digunakan untuk senjata otonom atau pengawasan domestik.

Penolakan ini mendorong Pentagon untuk memberinya designation supply-chain risk—sebuah label yang sebelumnya diterapkan pada perusahaan asing yang dicurigai memfasilitasi spionase. Namun, blacklist ini kemudian diblokir oleh hakim pada Maret, dan konflik mereda setelah rilis pribadi Mythos—sebuah model AI yang digambarkan sangat mampu menemukan dan mengeksploitasi kerentanan keamanan siber.

NSA Juga Telah Gunakan Mythos

Badan Keamanan Nasional AS (NSA) telah menggunakan Mythos sejak April, meskipun Anthropic saat itu masih dalam blacklist. The New York Times melaporkan akhir bulan lalu bahwa analis NSA telah menguji Mythos dalam pengaturan rahasia dan terkesan dengan kemampuannya.

Namun, ketika Anthropic merilis versi publik Mythos yang disebut Fable, yang mencakup apa yang digambarkan sebagai perlindungan keamanan siber, Gedung Putih tiba-tiba menuntut agar perusahaan melarang pengguna asing menjalankannya. Ini memicu penutupan global model yang baru dicabut pekan lalu.

Namun kabar baiknya, pemerintah AS akhirnya mencabut pembatasan ekspor untuk Fable minggu lalu, sehingga model tersebut bisa diakses kembali oleh pengguna global.

Latar Belakang

Mengapa CISA Membutuhkan AI untuk Audit Kode?

CISA memiliki tanggung jawab besar untuk mengamankan infrastruktur digital pemerintah AS. Dengan ribuan sistem dan jutaan baris kode yang harus diaudit, pendekatan manual tidak lagi cukup. AI seperti Mythos menawarkan kemampuan untuk memindai kode dengan kecepatan dan skala yang tidak mungkin dilakukan manusia.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari tren yang lebih luas di mana badan-badan pemerintah mulai mengadopsi AI untuk tugas-tugas keamanan siber. Sebelumnya, NSA telah dilaporkan menggunakan Mythos untuk analisis keamanan, dan sekarang CISA mengikuti jejak yang sama.

Kekhawatiran Keamanan dan Privasi

Penggunaan AI untuk audit kode pemerintah menimbulkan pertanyaan tentang privasi dan keamanan data. Seberapa amankah kode pemerintah jika diproses oleh model AI pihak ketiga? Apakah ada risiko kebocoran data?

Kekhawatiran ini menjadi salah satu alasan mengapa hubungan Anthropic dengan pemerintah AS sempat tegang, terutama terkait perlindungan keamanan dan akses asing ke model AI canggih.

Dampak bagi Masyarakat, Industri, dan Pengguna

Bagi Pemerintah dan Keamanan Nasional

Penggunaan AI untuk audit kode dapat secara signifikan meningkatkan keamanan siber pemerintah. Dengan menemukan kerentanan lebih cepat dan lebih efisien, CISA dapat menutup celah sebelum dieksploitasi oleh aktor jahat.

Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah AS bersedia menggunakan AI dari perusahaan swasta untuk tugas-tugas keamanan nasional, asalkan perusahaan tersebut dapat memenuhi standar keamanan yang ketat.

Bagi Industri AI dan Keamanan Siber

Penggunaan Mythos oleh CISA adalah pengakuan besar atas kemampuan AI dalam keamanan siber. Ini dapat membuka peluang baru bagi perusahaan AI lainnya untuk bermitra dengan pemerintah dalam proyek-proyek keamanan nasional.

Namun, ini juga menimbulkan pertanyaan tentang konsentrasi kekuatan di tangan segelintir perusahaan AI. Jika hanya sedikit perusahaan yang memiliki kemampuan untuk mengaudit kode pemerintah, ini bisa menciptakan ketergantungan yang berisiko.

Bagi Perusahaan AI

Kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan AI harus menavigasi hubungan yang rumit dengan pemerintah. Anthropic berhasil mempertahankan posisinya meskipun sempat terkena blacklist, berkat kemampuan teknis yang tak terbantahkan.

Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah bersedia mengabaikan ketegangan politik jika teknologi yang ditawarkan benar-benar bermanfaat untuk keamanan nasional.

Analisis: Mengapa Langkah Ini Penting

AI dalam Keamanan Siber: Masa Depan atau Risiko Baru?

Penggunaan AI oleh CISA adalah langkah maju yang signifikan dalam modernisasi keamanan siber pemerintah. Namun, ini juga membawa risiko baru, termasuk ketergantungan pada AI yang mungkin memiliki kerentanannya sendiri.

Seperti yang ditunjukkan oleh laporan kerentanan pada Claude Code sebelumnya, alat AI juga dapat memiliki bug. CVE-2025-64755 dan CVE-2025-55284 menunjukkan bahwa bahkan alat coding dari Anthropic memiliki kerentanan yang dapat dieksploitasi.

Ketegangan Antara Inovasi dan Keamanan

Kasus ini menggambarkan ketegangan yang lebih luas antara mendorong inovasi AI dan memastikan keamanan nasional. Pemerintah AS ingin memanfaatkan AI tercanggih, tetapi juga khawatir tentang risiko yang dibawanya.

Hubungan Anthropic dengan Gedung Putih—dari blacklist hingga pencabutan pembatasan ekspor—menunjukkan bahwa kedua belah pihak belajar untuk bekerja sama meskipun ada perbedaan.

Penutup

Penggunaan AI Mythos oleh CISA untuk mengaudit kode pemerintah AS adalah langkah penting dalam modernisasi keamanan siber federal. Tim Attack Surface Evaluation CISA telah menemukan banyak kerentanan menggunakan alat ini, meskipun rincian pastinya masih dirahasiakan.

Langkah ini terjadi meskipun hubungan Anthropic dengan pemerintah AS sempat tegang, termasuk blacklist dari Pentagon yang kemudian dibatalkan pengadilan. NSA juga telah menggunakan Mythos sejak April, dan meskipun sempat ada pembatasan ekspor untuk versi publik Fable, pemerintah AS akhirnya mencabutnya pekan lalu.

Ini menunjukkan bahwa teknologi AI yang unggul tetap dicari oleh pemerintah, bahkan di tengah ketegangan politik. Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak kolaborasi antara perusahaan AI dan badan pemerintah untuk memperkuat keamanan siber nasional.


FAQ

1. Apa itu Mythos dari Anthropic?

Mythos adalah model AI dari Anthropic yang dirancang khusus untuk keamanan siber. Model ini digambarkan sangat mampu menemukan dan mengeksploitasi kerentanan keamanan. Mythos pertama kali dirilis secara pribadi untuk pemerintah sebelum versi publiknya, Fable, diluncurkan kemudian.

2. Mengapa CISA menggunakan Mythos untuk audit kode?

CISA menggunakan Mythos untuk memindai repositori kode pemerintah secara besar-besaran guna mencari bug dan kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh aktor jahat, seperti mata-mata asing dan penjahat siber. Tim Attack Surface Evaluation CISA memimpin inisiatif ini.

3. Apakah hubungan Anthropic dengan pemerintah AS selalu baik?

Tidak. Hubungan Anthropic dengan pemerintah AS sempat tegang pada Februari setelah Anthropic menolak menghapus perlindungan keamanan yang mencegah AI digunakan untuk senjata otonom atau pengawasan domestik. Pentagon sempat memberinya blacklist, tetapi dibatalkan oleh hakim pada Maret.

4. Apakah pemerintah AS lain juga menggunakan Mythos?

Ya. NSA telah menggunakan Mythos sejak April, meskipun Anthropic saat itu masih dalam blacklist. Analis NSA menguji Mythos dalam pengaturan rahasia dan terkesan dengan kemampuannya.

5. Apakah ada pembatasan akses ke Mythos?

Ya. Ketika Anthropic merilis versi publik Mythos yang disebut Fable, Gedung Putih menuntut agar perusahaan melarang pengguna asing menjalankannya. Namun, pembatasan ini akhirnya dicabut pekan lalu.

6. Apakah alat AI coding Anthropic memiliki kerentanan?

Ya. Beberapa kerentanan telah ditemukan di Claude Code, alat coding Anthropic. CVE-2025-64755 dan CVE-2025-55284 menunjukkan adanya celah yang memungkinkan penulisan file arbitrer dan ekfiltrasi data. Namun, semua kerentanan ini telah ditambal.


Kesimpulan

CISA menggunakan AI Mythos dari Anthropic untuk mengaudit kode pemerintah AS dan telah menemukan banyak kerentanan. Langkah ini menunjukkan bahwa AI semakin menjadi alat penting dalam keamanan siber pemerintah, bahkan di tengah hubungan yang tegang antara Anthropic dan Gedung Putih.

Penggunaan Mythos oleh NSA dan CISA, meskipun ada blacklist dan pembatasan ekspor, membuktikan bahwa teknologi AI yang unggul tetap dicari oleh pemerintah untuk kepentingan keamanan nasional. Dengan pencabutan pembatasan ekspor Fable pekan lalu, kemungkinan akan ada lebih banyak kolaborasi antara perusahaan AI dan badan pemerintah di masa depan.

Namun, ini juga mengingatkan bahwa alat AI sendiri dapat memiliki kerentanan. Seperti yang ditunjukkan oleh CVE pada Claude Code, penting untuk terus memantau dan memperbarui sistem AI untuk memastikan keamanannya.

Baca

Sumber dan Referensi

Berikut adalah daftar sumber resmi dan referensi yang digunakan dalam penulisan artikel ini:


Postingan populer dari blog ini

DSX AI Factory Firmus di Batam: Pusat Komputasi AI Terbesar di Asia Tenggara

DSX AI Factory Firmus di Batam: Pusat Komputasi AI Terbesar di Asia Tenggara "AI-Native companies need access to scalable, energy and cost-efficient compute infrastructure to compete globally. This partnership with Nvidia provides AI-Natives with unprecedented access to the most advanced AI accelerators in the world." — Tim Rosenfield, Co-CEO Firmus Technologies Featured Snippet Answer: DSX AI Factory Firmus di Batam adalah pusat komputasi AI berkapasitas 360 megawatt yang dibangun oleh Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne. Fasilitas ini akan menjadi salah satu klaster GPU terbesar di Asia Tenggara dengan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama 2027 dan diperkirakan menghasilkan nilai kesepakatan US$25-30 miliar dalam enam tahun pertama. Ringkasan Singkat: Firmus Technologies dan Nvidia bangun DSX AI Factory 360 MW di Batam dengan 170.000 chip AI. Fasilitas ini akan menjadi pusat komputasi AI terbes...

NVLink: Teknologi Interkoneksi GPU NVIDIA untuk Infrastruktur AI

NVLink: Teknologi Interkoneksi GPU NVIDIA untuk Infrastruktur AI "NVLink is a high-speed connection for GPUs and CPUs formed by a robust software protocol, typically riding on multiple pairs of wires printed on a computer board. It lets processors send and receive data from shared pools of memory at lightning speed." — NVIDIA Featured Snippet Answer: NVLink adalah teknologi interkoneksi berkecepatan tinggi milik NVIDIA yang menghubungkan GPU dan CPU dalam sistem akselerasi. Generasi kelima (Blackwell) menawarkan 1,8 TB/s per GPU, sementara generasi keenam (Rubin) mencapai 3,6 TB/s — 14 kali lebih cepat dari PCIe Gen6. NVLink memungkinkan akses memori bersama antar GPU dan komunikasi langsung tanpa CPU, sangat penting untuk pelatihan dan inferensi AI skala besar. Ringkasan Singkat: NVLink adalah teknologi interkoneksi GPU-ke-GPU berkecepatan tinggi dari NVIDIA untuk komunikasi dalam server dan rack. Generasi ke-6 menawarkan 3,6 TB/s per GPU, 14x lebih cepat dari PCI...

InfiniBand: Jaringan Berkecepatan Tinggi untuk Infrastruktur AI dan HPC

InfiniBand: Jaringan Berkecepatan Tinggi untuk Infrastruktur AI dan HPC "InfiniBand is a critical component in modern data center networking, because it delivers high throughput with consistently low latency." Featured Snippet Answer: InfiniBand adalah teknologi jaringan berkecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk komputasi paralel di superkomputer dan klaster GPU AI. Berbeda dengan Ethernet, InfiniBand memiliki latensi sub-mikrodetik (0,6 mikrodetik), RDMA native untuk transfer data langsung antar memori tanpa CPU, dan efisiensi bandwidth hingga 95%. Generasi terbaru Quantum-X800 menawarkan 800 Gb/s dengan SHARP v4 untuk in-network computing. Ringkasan Singkat: InfiniBand adalah teknologi jaringan berkecepatan tinggi yang dirancang untuk komputasi paralel dengan latensi sub-mikrodetik dan RDMA native. Menjadi standar untuk superkomputer dan klaster GPU AI, InfiniBand menawarkan bandwidth hingga 800 Gb/s, efisiensi 95%, dan manajemen terpusat melalui Subnet Man...