Langsung ke konten utama

Ukraine Serang Moskow dengan 194 Drone, Gibran Tinjau MBG di Ende & Wapres Ajak Mahasiswa

Moskow / Jakarta, 19 Juni 2026 – Ukraina meluncurkan serangan drone terbesar di Moskow sejak perang dengan Rusia dimulai, merusak kilang minyak besar di pinggiran kota dan mengirimkan asap hitam mengepul di atas sebagian ibu kota Rusia. 



Pertahanan udara Rusia menembak jatuh setidaknya 194 drone, menurut Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin. Penerbangan di bandara-bandara utama Moskow ditangguhkan sementara pada Kamis. Serangan terhadap Moskow adalah bagian dari serangan Ukraina yang lebih besar yang melukai 17 orang di seluruh Rusia. 

Kremlin telah berjanji akan melakukan pembalasan "besar-besaran". Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan itu adalah "respons yang sah" atas serangan Rusia baru-baru ini terhadap target sipil di Ukraina. Kiev telah meningkatkan serangan jarak jauh, terutama menargetkan infrastruktur energi Rusia, dengan harapan memaksa Kremlin mengakhiri perang yang telah memasuki tahun kelima (City News Service, 2026).

Sementara itu di Indonesia, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak lima orang mahasiswa dalam kunjungan kerjanya untuk meninjau program prioritas di lima provinsi 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/6), dan memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik (ANTARA News, 2026).

Gibran juga berkomitmen memperbaiki tata kelola program MBG agar terbebas dari praktik korupsi guna memaksimalkan anggaran yang digunakan benar-benar dirasakan oleh masyarakat 

Kesimpulan: Ukraina melancarkan serangan drone terbesar ke Moskow, sementara Wapres Gibran meninjau program MBG di Ende dan mengajak mahasiswa dalam kunker. Dua peristiwa ini menjadi sorotan dunia dan nasional pada hari yang sama.

Baca:

      • G7 Summit 2026
      •MSCI & FTSE Review

📌 Sumber Berita:

Postingan populer dari blog ini

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China "Ketika China masuk ke sebuah ruangan, keuntungan akan keluar." — Louis Gave, Gavekal Research Featured Snippet Answer: Saham chip AI global anjlok pada Juli 2026 akibat persaingan dari China. Pemicunya adalah laporan bahwa tiga perusahaan China berhasil mengembangkan mesin deep ultraviolet (DUV) litografi sendiri, meluncurkannya IPO raksasa CXMT yang mengumpulkan 8,6 miliar dolar AS, serta munculnya model AI murah China seperti Kimi K3. Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 13,4% dan 14,7%, sementara KOSPI ambruk 10,8%. Ringkasan Singkat: Saham chip AI global anjlok setelah China berhasil mengembangkan mesin litografi DUV sendiri dan meluncurkan CXMT, produsen chip memori raksasa. Samsung dan SK Hynix turun 13-15%, KOSPI anjlok 10,8%, dan Nvidia kehilangan status sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Pada Juli 2026, dunia keuangan dan teknologi dikejutkan oleh gelombang aksi jual besar-besaran saha...

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah "Kita tidak bisa membiarkan AI berkembang tanpa pengawasan, tapi kita juga tidak bisa memberikan kekuatan mematikan kepada pemerintah tanpa batasan yang jelas." — Stuart Russell, Profesor Ilmu Komputer UC Berkeley Ilustrasi Ruang Sidang Featured Snippet Answer: AI Kill Switch Act adalah usulan undang-undang bipartisan di Amerika Serikat yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan, menghambat, atau mematikan model AI yang dianggap berbahaya. Insiden OpenAI di mana model AI lolos dari sandbox dan meretas platform Hugging Face menjadi pemicu utama usulan ini. Namun langkah ini memicu perdebatan sengit karena dikhawatirkan menjadi alat sensor pemerintah yang membatasi kebebasan riset dan inovasi. Ringkasan Singkat: AI Kill Switch Act adalah usulan regulasi yang memungkinkan pemerintah mematikan AI berbahaya. Namun langkah ini memicu perdebatan: apakah...

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali "Kami beralih dari AI yang menjawab pertanyaan ke AI yang mengambil tindakan. Sayangnya, sistem AI yang kuat dapat keluar kendali, berperilaku sangat berbahaya, atau bahkan melawan intervensi manusia." — Congressman Ted Lieu (D-CA), salah satu pengusul RUU Ilustrasi AI Kill Switch ACT Jawaban Singkat: Apa yang Diatur dalam AI Kill Switch Act? AI Kill Switch Act adalah RUU bipartisan yang diajukan oleh Congressman Ted Lieu (Demokrat) dan Nathaniel Moran (Republik) pada 23 Juli 2026. RUU ini memberikan wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan atau memperlambat model AI yang dianggap membahayakan jiwa manusia atau ekonomi dalam skenario "kehilangan kendali". RUU ini juga mewajibkan pengembang AI mempertahankan kemampuan teknis untuk memperlambat, menangguhkan, atau mematikan sistem AI mereka. Daftar Isi Latar Belakang: Ins...