Penyaluran KUR di Indonesia Timur Capai Rp16,5 Triliun, Sulsel Jadi Provinsi Terbesar
Pemerintah terus menggenjot akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Indonesia Timur. Hingga pertengahan 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia Timur telah mencapai angka Rp16,5 triliun yang disalurkan kepada 255.979 debitur.
Capaian ini menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi KUR Regional Indonesia Timur yang digelar di Ternate, Maluku Utara, Jumat (26/6/2026). Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza memimpin langsung rapat tersebut untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM di kawasan timur Indonesia.
Provinsi dengan Penyaluran KUR Terbesar di Indonesia Timur
Dari total penyaluran Rp16,5 triliun, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan realisasi KUR terbesar di kawasan Indonesia Timur. Provinsi ini mencatatkan penyaluran mencapai Rp8,18 triliun.
Berikut rincian penyaluran KUR per provinsi di Indonesia Timur:
- Sulawesi Selatan: Rp8,18 triliun
- Sulawesi Tenggara: Rp2,03 triliun
- Sulawesi Tengah: Rp1,90 triliun
- Maluku Utara: Rp315 miliar
Meskipun angka penyaluran terus meningkat, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menilai masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan akses pembiayaan. Pasalnya, hampir seluruh provinsi di kawasan Indonesia Timur memiliki jumlah debitur yang relatif kecil dibandingkan total populasi UMKM di daerah tersebut.
Bank BRI Jadi Penyalur KUR Terbesar di Indonesia Timur
Dari sisi lembaga penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) masih menjadi tulang punggung utama penyaluran KUR di Indonesia Timur. BRI mencatat realisasi penyaluran sebesar Rp12,71 triliun kepada 226.695 debitur.
Posisi berikutnya ditempati oleh:
- Bank Mandiri: Rp2,26 triliun (15.843 debitur)
- Bank BNI: Rp726,25 miliar (2.695 debitur)
- Bank Syariah Indonesia (BSI): Rp261,48 miliar (1.772 debitur)
- Bank Sulselbar: Rp179,39 miliar (1.240 debitur)
Bank Sulselbar tercatat sebagai bank pembangunan daerah dengan realisasi penyaluran KUR tertinggi di kawasan Indonesia Timur.
Penyaluran KUR ke Sektor Produksi Lampaui Target Nasional
Salah satu kabar baik dari capaian penyaluran KUR di Indonesia Timur adalah porsi pembiayaan ke sektor produksi yang telah mencapai 68,2 persen. Angka ini melampaui target nasional sebesar 65 persen.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pembiayaan semakin banyak diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing usaha, sekaligus membuka lapangan kerja. Sektor-sektor produktif yang menjadi prioritas meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, ekonomi kreatif, serta sektor unggulan lainnya yang menjadi kekuatan ekonomi Indonesia Timur.
Namun demikian, dari 10 lembaga penyalur KUR di Indonesia Timur, baru dua bank yang telah memenuhi target penyaluran ke sektor produksi minimal 65 persen, yaitu BRI dan Bank Sulselbar. Hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk mendorong lembaga penyalur lainnya agar lebih aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif.
Debitur Baru dan Debitur Graduasi: Tanda Perbaikan Ekosistem UMKM
Dari total 255.979 debitur penerima KUR di Indonesia Timur, terdapat sekitar 24 ribu debitur baru yang untuk pertama kalinya mendapatkan akses pembiayaan formal.
Selain itu, 18 ribu debitur telah berhasil naik kelas atau menjadi debitur graduasi. Debitur graduasi adalah pelaku UMKM yang sebelumnya menerima KUR dan kini telah berkembang sehingga tidak lagi membutuhkan pembiayaan bersubsidi pemerintah.
Keberadaan debitur baru dan debitur graduasi ini menjadi indikator positif bahwa program KUR tidak hanya membantu UMKM bertahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Indonesia Timur.
Dorongan Perluasan Akses Pembiayaan oleh Wakil Menteri UMKM
Dalam Rapat Koordinasi KUR Regional Indonesia Timur di Ternate, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengajak seluruh lembaga penyalur KUR untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di kawasan Indonesia Timur yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang.
Helvi menekankan bahwa masih banyak pelaku usaha yang belum terhubung dengan pembiayaan formal. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari lembaga penyalur untuk menjangkau UMKM di sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan naik kelas.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan dalam mengoptimalkan realisasi penyaluran KUR 2026 di regional Indonesia bagian timur.
Kesimpulan
Penyaluran KUR di Indonesia Timur yang mencapai Rp16,5 triliun hingga Juni 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM di kawasan timur Indonesia. Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan realisasi terbesar, sementara BRI masih menjadi penyalur utama.
Pencapaian porsi penyaluran ke sektor produksi yang melampaui target nasional menjadi kabar baik, namun masih diperlukan upaya lebih besar untuk mendorong seluruh lembaga penyalur agar aktif menjangkau UMKM di sektor produktif. Dengan hadirnya 24 ribu debitur baru dan 18 ribu debitur graduasi, program KUR terbukti memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekosistem UMKM di Indonesia Timur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Berapa total penyaluran KUR di Indonesia Timur hingga Juni 2026?
Total penyaluran KUR di Indonesia Timur telah mencapai Rp16,5 triliun yang disalurkan kepada 255.979 debitur UMKM.
2. Provinsi mana yang menjadi penyalur KUR terbesar di Indonesia Timur?
Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan realisasi KUR terbesar, mencapai Rp8,18 triliun.
3. Bank apa yang menjadi penyalur KUR terbesar di Indonesia Timur?
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur terbesar dengan realisasi Rp12,71 triliun kepada 226.695 debitur.
4. Berapa porsi penyaluran KUR ke sektor produksi di Indonesia Timur?
Porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 68,2 persen, melampaui target nasional 65 persen.
5. Berapa jumlah debitur baru dan debitur graduasi dari program KUR di Indonesia Timur?
Terdapat sekitar 24 ribu debitur baru dan 18 ribu debitur yang telah berhasil naik kelas atau graduasi.
Baca
Sumber dan Referensi
- ANTARA News – Wamen UMKM ajak penyalur KUR perluas pembiayaan di Indonesia Timur
- KONTAN – Penyaluran KUR di Indonesia Timur Rp 16 T, BRI Terbanyak
- Jawa Pos – Penyaluran KUR di Indonesia Timur Capai Rp 16,5 T, Wamen Helvi Dorong Perluasan
- ANTARA Foto – Rakor Penyaluran KUR 2026 Regional Indonesia Timur
- Ipotnews – BBRI Jadi Tumpuan Utama Penyaluran KUR di Indonesia Timur
Artikel ini merupakan karya tulis orisinal yang disusun berdasarkan informasi dari sumber-sumber tepercaya. Artikel tidak menyalin isi sumber dan dibuat untuk memberikan konteks serta informasi tambahan kepada pembaca.
