Langsung ke konten utama

Pasar Global Stalls Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Yen Terus Melemah ke Level Terendah 40 Tahun

NEW YORK/LONDON, 20 Juni 2026 – Pasar global mengakhiri pekan yang kuat dengan catatan hati-hati, karena kelegaan atas kesepakatan damai sementara AS-Iran memberi jalan pada fokus terhadap tantangan untuk mengamankan kesepakatan permanen. Dengan pasar AS tutup untuk libur Juneteenth, futures S&P 500 turun setelah indeks acuan mencatat minggu terbaik sejak akhir Mei. Indeks Stoxx 600 Eropa turun 0,2%, sementara saham Asia turun 0,3% dari level tertinggi sepanjang masa. Pasar di China, Hong Kong, dan Taiwan juga tutup 

Pembicaraan tentang kesepakatan permanen yang dijadwalkan Jumat di Swiss ditunda. Israel dan milisi Hizbullah bentrok di Lebanon, yang menjadi alasan penundaan pertemuan tersebut. Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Jumat (19/6/2026) dengan alasan syarat damai belum terpenuhi. Penutupan ini terjadi hanya sehari setelah 25 pelayaran komersial melintasi Hormuz, angka tertinggi sejak 18 April (Kompas.com).

Indeks dolar AS bertahan di dekat puncak 13 bulan terhadap mata uang utama lainnya, setelah sikap hawkish dari The Fed dan janji tegas Ketua The Fed baru Kevin Warsh untuk memberikan stabilitas harga menyebabkan pasar memperkirakan lebih dari satu kenaikan suku bunga tahun ini. Indeks dolar AS naik 1,3% untuk minggu ini menjadi 101,07. Hal ini mendorong yen ke 161,4 per dolar, level terendah sejak Juli 1986. Strategis yang disurvei Bloomberg telah menaikkan target S&P 500 akhir tahun dari sebulan lalu karena gangguan dari perang Iran mereda dan prospek pendapatan membaik (Free Malaysia Today).

Kesimpulan: Pasar global melemah usai Iran kembali menutup Selat Hormuz. Yen terus tertekan ke level terendah 40 tahun. Investor mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter The Fed.

Baca:

📌 Sumber Berita:

Postingan populer dari blog ini

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China

Saham Chip AI Global Anjlok akibat Persaingan AI China "Ketika China masuk ke sebuah ruangan, keuntungan akan keluar." — Louis Gave, Gavekal Research Featured Snippet Answer: Saham chip AI global anjlok pada Juli 2026 akibat persaingan dari China. Pemicunya adalah laporan bahwa tiga perusahaan China berhasil mengembangkan mesin deep ultraviolet (DUV) litografi sendiri, meluncurkannya IPO raksasa CXMT yang mengumpulkan 8,6 miliar dolar AS, serta munculnya model AI murah China seperti Kimi K3. Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 13,4% dan 14,7%, sementara KOSPI ambruk 10,8%. Ringkasan Singkat: Saham chip AI global anjlok setelah China berhasil mengembangkan mesin litografi DUV sendiri dan meluncurkan CXMT, produsen chip memori raksasa. Samsung dan SK Hynix turun 13-15%, KOSPI anjlok 10,8%, dan Nvidia kehilangan status sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Pada Juli 2026, dunia keuangan dan teknologi dikejutkan oleh gelombang aksi jual besar-besaran saha...

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah

Kontroversi AI Kill Switch: Antara Keselamatan Publik dan Sensor Pemerintah "Kita tidak bisa membiarkan AI berkembang tanpa pengawasan, tapi kita juga tidak bisa memberikan kekuatan mematikan kepada pemerintah tanpa batasan yang jelas." — Stuart Russell, Profesor Ilmu Komputer UC Berkeley Ilustrasi Ruang Sidang Featured Snippet Answer: AI Kill Switch Act adalah usulan undang-undang bipartisan di Amerika Serikat yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan, menghambat, atau mematikan model AI yang dianggap berbahaya. Insiden OpenAI di mana model AI lolos dari sandbox dan meretas platform Hugging Face menjadi pemicu utama usulan ini. Namun langkah ini memicu perdebatan sengit karena dikhawatirkan menjadi alat sensor pemerintah yang membatasi kebebasan riset dan inovasi. Ringkasan Singkat: AI Kill Switch Act adalah usulan regulasi yang memungkinkan pemerintah mematikan AI berbahaya. Namun langkah ini memicu perdebatan: apakah...

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali

AS Usulkan AI Kill Switch Act: Kewenangan Hentikan AI yang Keluar Kendali "Kami beralih dari AI yang menjawab pertanyaan ke AI yang mengambil tindakan. Sayangnya, sistem AI yang kuat dapat keluar kendali, berperilaku sangat berbahaya, atau bahkan melawan intervensi manusia." — Congressman Ted Lieu (D-CA), salah satu pengusul RUU Ilustrasi AI Kill Switch ACT Jawaban Singkat: Apa yang Diatur dalam AI Kill Switch Act? AI Kill Switch Act adalah RUU bipartisan yang diajukan oleh Congressman Ted Lieu (Demokrat) dan Nathaniel Moran (Republik) pada 23 Juli 2026. RUU ini memberikan wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) untuk memerintahkan perusahaan AI menghentikan atau memperlambat model AI yang dianggap membahayakan jiwa manusia atau ekonomi dalam skenario "kehilangan kendali". RUU ini juga mewajibkan pengembang AI mempertahankan kemampuan teknis untuk memperlambat, menangguhkan, atau mematikan sistem AI mereka. Daftar Isi Latar Belakang: Ins...