Harga Minyak Naik ke US$78,15, Emas Tertekan
NEW YORK/LONDON, 23 Juni 2026 – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (23/6) setelah sempat terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya. Harga minyak Brent naik 0,38% menjadi US$78,15 per barel, sementara WTI naik 0,46% ke US$74,19 per barel. Pasar menunggu kejelasan lebih lanjut tentang kembalinya aliran minyak melalui Selat Hormuz (Moneycontrol).
Sebelumnya, harga minyak sempat turun lebih dari 3% setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukkan kemajuan dan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz tetap terbuka. AS dan Iran melanjutkan pembicaraan damai di Swiss. Kembalinya ekspor minyak Iran dan pulihnya pelayaran di Selat Hormuz menambah tekanan terhadap harga energi. Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa dua kapal tanker minyak mentah yang membawa hampir 2 juta barel berlayar melalui Selat Hormuz pada Senin, menandakan kebangkitan lalu lintas setelah arus menurun pada hari Minggu karena kekhawatiran transit melalui selat tersebut (Al Jazeera).
Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$4.182,39 per ons, sementara harga emas berjangka AS melorot 1% ke US$4.202,70 per ons. Penguatan emas spot didorong perkembangan positif perundingan damai AS-Iran yang menekan harga minyak dan kekhawatiran inflasi. Namun, ekspektasi suku bunga The Fed yang tinggi masih membatasi kenaikan emas .
Analis Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan harga energi masih akan menjadi pendorong utama pergerakan logam mulia dalam jangka pendek. Menurutnya, perundingan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss, meski berjalan tidak mulus, tetap mengarah pada tercapainya kesepakatan yang berpotensi menambah pasokan minyak mentah ke pasar global. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap harga minyak dan pada saat yang sama membantu menopang pergerakan emas (Indo Premier Sekuritas).
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed Desember mencapai 89 persen menurut FedWatch CME. Bank of America menilai target emas USD6.000 per ounce sulit tercapai dalam waktu dekat tanpa perubahan ekspektasi suku bunga. Harga logam mulia lainnya; perak spot naik 0,5 persen menjadi USD65,21 per ounce, platinum menguat 0,3 persen di USD1.668,43, sementara paladium turun tipis 0,1 persen di USD1.256,68 .
Selama pasar terus meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS, volatilitas di pasar saham, mata uang, dan komoditas diperkirakan akan tetap tinggi. Data inflasi PCE minggu ini dan rebalance akhir kuartal berpotensi menimbulkan volatilitas tambahan di pasar keuangan global.
Kesimpulan: Harga minyak naik ke US$78,15 per barel di tengah ketidakpastian Selat Hormuz. Emas tertekan di US$4.191 per ons imbas ekspektasi suku bunga The Fed yang tinggi dan perundingan AS-Iran.
