Google Year in Search 2026: Dari AI hingga Budaya Lokal Warnai Tren Pencarian Indonesia
JAKARTA, 21 Juni 2026 – Google kembali merilis laporan tahunan "Year in Search" yang merangkum berbagai topik dan tren pencarian paling populer di Indonesia sepanjang tahun. Tahun 2025 menjadi tahun dengan dinamika pencarian yang sangat beragam, mulai dari isu budaya lokal hingga teknologi kecerdasan buatan yang semakin melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia
JUMBO menjadi kata kunci yang paling banyak dicari sepanjang tahun 2025. Hal itu terungkap dalam Google Year In Search 2025. Banyaknya pencarian itu dinilai sebagai apresiasi terhadap kebudayaan dan karya anak Indonesia yang ada setiap tahunnya
Feliciana Wienathan, Communication Manager Google Indonesia, menyatakan bahwa suara Indonesia Timur semakin meningkat dan diapresiasi. "Kita melihat suara Indonesia Timur semakin meningkat, semakin banyak diapresiasi. Tandanya kebanggaan ke daerahan semakin bisa memperluas ke nasional juga, makanya kenapa kita melihat suara Indonesia Timur lumayan merajai top trending tahun ini," ujar Felicia di Jakarta (
Diketahui, di Indonesia, Google mencatat 10 topik yang paling banyak dicari oleh masyarakat sepanjang tahun 2025. Pencarian itu berdasarkan delapan kategori, di antaranya tren teratas, resep, lirik lagu, film atau serial, dan olahraga. Tahun ini, ada dua kategori spesial, yakni lari dan padel. Hal itu seiring dengan meningkatnya minat publik terhadap kedua cabang olahraga tersebut
"Jadi, tahun ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tetap kita mengeluarkan delapan kategori. Cuma tahun ini yang spesial kita perdalami lagi nih, ada dua kategori khusus dari cabang olahraga lari dan juga padel," ujar Feliciana
Selain Jumbo, kata yang masuk dalam pencarian top tren ialah Gemini AI, Purbaya Yudhi Sadewa, Titiek Puspa, dan Coretax. Berikutnya ada Timnas Indonesia, Film Pabrik Gula, Danantara, Diogo Jota, dan Brave Pink Hero Green (Media Indonesia).
Keinginan belajar setiap tahunnya pun terlihat meningkat. Tahun ini lebih pada penguasaan dan memegang kendali di era digital. Ada juga pencarian terkait sisi finansial dan teknologi. Terungkap banyak kata pencarian yang muncul, seperti bagaimana cara menyebut QRIS atau Cortex. Ada pula cara mendaftar BSU, apa itu MBG, dan apa itu Danantara
Dari dunia olahraga dan gaya hidup sehat, kata padel dan lari mengalami peningkatan. Feliciana menjelaskan peningkatan minat terhadap padel membuat Indonesia tampak "terpadel-padel." "Padel itu menjadi cabang olahraga yang modern, bahkan kenapa kita melihatnya tidak cuma seperti fenomena olahraga yang trending saja, tapi banyak sekali pencarian-pencarian yang related," Ujarnya
Tingginya antusias akan dua kategori itu, Google sediakan daftar khusus. "Kita lihat tidak cuma sekedar tren, tapi ingin mendalami olahraga ini dan ingin lebih tahu lagi," tambahnya
Kata yang paling banyak dicari dari kategori lari ialah PB lari, Event lari, Cara menghitung pace lari, Shuttle run, Outfit lari wanita, Lari trail, Lari Marathon, Aplikasi lari, Sepatu lari, dan Elevasi lari. Sedangkan di kategori padel ada Raket Padel, Aturan main Padel, Sewa Lapangan Padel, Perbedaan Padel dan Tenis, Harga raket Padel, Sepatu Padel, Outfit padel wanita, Padel vs Pickleball, Tas Padel, dan Net Padel
Kategori yang mengalami pertumbuhan pesat ialah kecerdasan buatan (AI). Peningkatan itu karena masyarakat semakin banyak yang menggunakan fitur AI, mulai dari pengeditan foto hingga pembuatan gambar menggunakan teknologi generatif
"AI ini bukan cuma sekedar trending belaka, tapi kita sudah lihat ini sudah menyatu dengan gaya hidup masyarakat Indonesia," jelas Felicia
Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan penggunaan AI tertinggi di Asia Tenggara. Felicia menjelaskan fitur nano-banana pada Gemini AI mengalami lonjakan yang signifikan. "Kita itu negara kedua tertinggi di Asia Pasifik yang menghasilkan gambar-gambar dari nano-nano banana terbanyak. Hasilnya itu 18 juta peharri ujarnya
Google menilai masyarakat lebih aktif mengejar gaya hidup yang sehat dan stabil di tengah situasi sosial yang naik-turun sepanjang tahun. Google menegaskan bahwa Year in Search bukan sekadar daftar kata kunci yang paling banyak dicari, tetapi gambaran tentang apa yang paling ingin diketahui masyarakat Indonesia (detikInet).
Kesimpulan: Google Year in Search menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga ingin memahami isu sosial, ekonomi, teknologi, dan budaya. Tren pencarian ini menjadi cerminan minat kolektif sekaligus dinamika digital yang terus berkembang di Indonesia.
