Jakarta, 17 Juni 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui informasi prakiraan cuaca penerbangan mengenai potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia. Laporan berkala ini berlaku untuk periode tujuh hari ke depan, terhitung mulai 17 Juni 2026 hingga 23 Juni 2026 [citation:1].
Produk prakiraan ini dihasilkan melalui model cuaca numerik yang berfungsi untuk memetakan sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah udara Indonesia guna mendukung keselamatan operasional penerbangan [citation:1].
Tiga Kategori Potensi Awan Cumulonimbus
Dalam peta prakiraan tersebut, BMKG mengelompokkan potensi persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori utama [citation:1]:
- Isolated CB (ISOL): Cakupan area kurang dari 50 persen
- Occasional CB (OCNL): Cakupan berkisar antara 50 hingga 75 persen
- Frequent CB (FRQ): Cakupan spasial tertinggi, melebihi 75 persen [citation:1]
Wilayah Kategori Frequent (FRQ)
Berdasarkan hasil pemodelan atmosfer terbaru untuk periode 17 hingga 23 Juni 2026, BMKG memprediksi ada dua wilayah perairan di Indonesia yang masuk dalam kategori Frequent (FRQ) atau memiliki cakupan spasial di atas 75 persen [citation:1]:
- Laut Sulawesi bagian timur
- Selat Malaka bagian tengah [citation:1]
Wilayah Kategori Occasional (OCNL)
Untuk kategori Occasional (OCNL) dengan potensi persentase cakupan spasial maksimum antara 50 hingga 75 persen, sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus diprediksi berpotensi terjadi di berbagai wilayah daratan, perairan laut, selat, hingga samudra [citation:1].
Wilayah Daratan/Provinsi: Aceh, Bengkulu, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara [citation:1].
Wilayah Perairan Laut dan Selat: Laut Banda, Laut Flores, Laut Jawa bagian barat/tengah/timur, Laut Maluku, Laut Natuna Utara, Laut Seram, Laut Sulawesi bagian timur, Selat Karimata bagian selatan/utara, Selat Makassar bagian selatan/tengah/utara, Selat Malaka bagian tengah/utara [citation:1].
Wilayah Samudra: Samudra Hindia barat Aceh, barat Bengkulu, barat Kep. Mentawai, barat Kep. Nias, barat Lampung, selatan Banten, selatan DI Yogyakarta, selatan Jawa Barat, serta Samudra Pasifik utara Maluku, utara Papua, dan utara Papua Barat Daya [citation:1].
Kesimpulan
Informasi sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus ini dipublikasikan secara resmi oleh BMKG sebagai panduan berkala yang berlaku efektif selama satu pekan ke depan di seluruh wilayah hukum Indonesia. Masyarakat, terutama pelaku perjalanan udara, diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi BMKG [citation:1].
📌 Sumber Berita:
- Kompas.tv – "BMKG Rilis Potensi Awan Cumulonimbus di Indonesia Periode 17-23 Juni 2026, Ini Sebarannya" – 16 Juni 2026 [citation:1]
- BMKG – "Prakiraan Cuaca Penerbangan" – 16 Juni 2026 [citation:1]
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari BMKG. Prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
